Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Gelas Plastik dan Cahaya Lampu Bohlam

Air di kosanku sering mati, sangat terbatas. kadang kala daripada terlalu lama menunggu air mengalir, aku lebih memilih ke masjid terdekat untuk sekedar menunaikan kewajiban. Walau sedikit merepotkan tapi aku pikir tak apa lah. Kapan lagi aku pergi sholat berjamaah di masjid kalau tidak di saat-saat seperti ini? Kesibukan menjadi salah satu tembok penghalang utama bagiku. Alasan yang klise. Begitulah yang terjadi saat ini. Aku baru saja pulang dari suatu tempat, dan sesampainya di kosan, sudah waktunya salat maghrib. Tapi air mati. Jadi aku dan seorang kawanku memutuskan berlari ke masjid, mengejar waktu maghrib yang tersisa. Setelah menunaikan kewajiban tiga rakaat itu, kami memutuskan menunggu yang empat rekaat dan melaksanakannya di masjid saja, karena waktunya juga sebentar lagi. Tak berselang lama, muadzin terdengar menggaungkan Asma-Nya, menyeru pada makhluk-Nya,   mengingatkan sudah masuk waktu menghadap-Nya. Selepas salam dan dzikir sekenanya, aku dan kawanku meren...